Pada postingan saya yang pertama ini, saya akan berbagi sedikit tentang petualangan minggu kemarin di Negeri Sakura. Pertama-tama saya beberkan sedikit itinerary perjalanan selama 10 hari disana, siapa tahu bisa menjadi referensi bagi yang membutuhkan.
Day 1 Flight, Haneda Airport
Perjalanan dimulai dari T3 Soetta karena saya menggunakan maskapai friendly budget, jadilah terbang dari T3. Niatnya irit dengan tidak pesan bagasi, eh tak disangka-sangka koper kabin saya ditimbang oleh petugas maskapai di depan pintu cek imigrasi. Ketahuan lah kalau over weight, mau gak mau harus bayar last minute bagage 600rb sekian dan masuklah koper itu ke bagasi. Karena sudah dekat waktu boarding, si mas nya harus lari ke bawah untuk ambil tag nya (maafkan saya ya mas). Oke singkat cerita terbanglah saya dan teman saya, dan mendarat dengan selamat di Haneda pukul 22.30 waktu setempat. Kami cari spot yang nyaman untuk tidur disana. Gak usah khawatir kalau harus menginap di Haneda karena banyak orang juga melakukannya, dan fasilitas disana mendukung untuk diinapi :)
Day 2 Osaka Castle, Tenjinbashi Suji, Mint Burreau, Sakuranomiya
Beranjak dari Haneda, kami beli tiket Tokyo Monorail ¥650 ke Hamamatsucho, lalu lanjut ke St Tokyo. Sampai di Tokyo kepagian dan kelaparan, akhirnya beli onigiri dulu sambil ngemper nunggu kantor JR East buka. Saat JR Pass sudah di tangan, cepat2 ke platform Shinkansen Hikari untuk ke Osaka. Tiba di Osaka, pertama2 bagasi kami titipkan di loker di stasiun Umeda, lalu lanjut ke Osaka Castle tapi gak masuk ke dalam, cuma foto di halamannya. Lalu kesasar dulu lah kami sampai bisa menemukan Tenjinbashi Suji, shopping street yang panjangnya 2,6 km 😍. Kemudian dilanjutkan ke Mint Burreau yang ternyata lagi ada festival semacam pasar malam gitu dan disana sakuranya masih lebat2. Terakhir kami jalan di pinggir sungai sepanjang taman Sakuranomiya. Di sini sakuranya udah pada rontok, tapi pemandangan sore hari di pinggir sungai yang bersih tetap bagus.
Day 3 Universal Studio Japan, Dotonbori
Gak perlu panjang lebar menjelaskan USJ, pokoknya main dari pagi sampai sore. Setelah puas, kami lanjutkan jalan2 dan jajan di Dotonbori.
Day 4 Nara, Yoshino, Sinsekai, Kitashinchi
Pagi di perfektur Nara yang dingin tidak memadamkan semangat saya untuk jalan kaki sepanjang hampir 2 km dari stasiun Nara ke Nara Park, demi ketemu rusa2 imut disana. Kami juga sempatkan masuk ke Todaiji temple, yang katanya adalah bangunan kayu terbesar dengan patung Great Buddha di dalamnya. Selesai dari Nara kami lanjutkan dengan perjalanan panjang menuju gunung Yoshino (2jam dengan kereta lokal) demi melihat spot sakura terbaik di Jepang yang ternyata sudah pada rontok semua pada waktu itu, hiks... Malam kami habiskan jalan2 di dua distrik yang sangat berbeda kelas: Sinsekai yang mewakili kelas menengah bawah, dan Kitashinchi yang adalah kelas atasnya night life di Osaka.
Day 5 Harajuku, Takeshita Dori, Omotesando, Shibuya, Tokyo Metropolitan Gov Building
Niatnya itu mencari costplayer di Harajuku siang2, tapi karena paspor teman saya sempat tidak ditemukan, habislah setengah hari di Osaka memcari paspor. Untungnya ketemu. Buru2 naik shinkansen ke Tokyo, drop luggage di loker, lanjut ke Harajuku. Makan takoyaki disana sambil jalan sepanjang Omotesando (yang menurut saya mirip Orchard rd nya Singapore atau Champs Elysee nya Paris). Jalan sepanjang Takeshita dori, lihat2 toko dan keramaian disana. Kemudian kami lanjut ke Shibuya cuma untuk nyebrang di crossingnya yang legendaris itu dan foto dengan Hachiko. Terakhir kami pergi ke gedung pemerintah Tokyo untuk dapat pemandangan malam gratis dari observation deck nya.
Day 6 Meiji Jingu Shrine, Yoyogi Park, Kyoto (Fushimi Inari)
Hari keenam kami bagi menjadi 2. Setengah hari di Tokyo dan setengah hari di Kyoto. Pertama kami ke kuil Meiji yang luas banget areanya, pas pula ada upacara pernikahan disana, pemandangan budaya gratis, hehe. Jalan sedikit ke sebelahnya ada Yoyogi park yang bagusnya bukan main. Damai, bersih, segar. Kami disana hanya duduk diam menikmati suasana. Sore kami tiba di Kyoto, langsung ke Fushimi Inari. Kuil dan torii nya bebas masuk sampai malam. Kuilnya cantik sekali, gak akan bosan foto2 disitu. Beruntung karena sudah sore jadi agak sepi. Namun kami gak sampai mendaki ke puncak paling atas deretan Torii tersebut.
Day 7 Arashiyama, Kinkakuji, Ginkakuji, Kiyomizudera
Sampai pagi2 sekali di Arashiyama kami langsung mencari bamboo path nya berharap bisa foto dengan luar biasa ikonik dengan deretan bambu yang legendaris itu. Tapi sampai sana kok tidak seperti yang di gambar dan foto, agak kecewa sih. Namun Tenryuji temple melipur laraku, tamannya cantik sekali, sampai sekucel apapun kalian akan tetap cantik bila foto di taman dan danaunya. Jalan cepat kami ke Togetsukyo bridge soalnya jam 12.03 kami harus board ke Sagano romantic train yang tiketnya sudah dibeli hari sebelumnya. Keluar dari Arashiyama, kami pergi dengan bus ke Kinkakuji (Golden Pavilion), Ginkakuji (Silver pavilion), dan Kiyomizudera. Review untuk Kyoto: cantik, cantik, cantik!
Day 8 Nishiki, Ueno park, Asakusa, Tokyo Skytree, Akihabara
Jam 8 pagi kami check out dari hostel jalan melewati pasar Nishiki yang gak jauh dari situ, masih sepi karena bukanya jam 9 pagi. Board the shinkansen and go to Tokyo. Di Ueno park masih ada beberapa pohan sakura yang berbunga tepatnya di pinggir2 danaunya. Sensoji temple di Asakusa itu super ramai susah buat foto jadinya. Akhirnya kami belanja2 di Nakamise. Agak nyesel gak belanja banyak karena di tempat ini oleh2 murah lho. Sampai di Tokyo skytree kami hanya jalan2 di mall nya, membeli beberapa box Tokyo banana rasa cokelat (yang cuma ada di sini). Foto sebentar di taman depan mall dengan struktur tertinggi di Tokyo ini. Naik ke observation deck harus bayar 2080 yen dan kami gak mampu, hehe. Sampai di Akihabara sudah malam, kami sempatkan mampir di Yodobashi Akiba tepat di depan stasiun. Toko ini jual segala macam keperluan elektronik, kosmetik, stationery, dll.
Day 9 Disney sea
Amusement park again! Dari jam 10 pagi sampai 10 malam kami disini. Pinggang, kaki udah terasa seperti terpisah dari tubuh, super pegaaalll...
Day 10 Tsukiji, Yasukuni Jinja Shrine, Koishikawa Korakuen, Tokyo tower, flight back home
Awalnya saya pikir mau skip Tsukiji ini, untungnya kami tetap kesana. Benar2 surga ikan dan makanan murah! Ramai dan hidup sekali areanya. Beranjak ke Yasukuni, kami nonton panggung hiburan gratis dari ibu2 lokal yang melakukan monolog, menari, dan bermain musik semuanya khas tradisi Jepang kuno. Tiba di stasiun Korakuen, kami langsung disuguhi pemandangan Tokyo dome, dan La Qua mall. Yang menarik dari La Qua ini adalah roller coasternya yang super tinggi dan panjang dan bianglala raksasanya. Usut punya usut ternayata roller coasternya bernama Thunder Dolphin merupakan roller coaster tertinggi kesepuluh di dunia, dan bianglalanya adalah bianglala tanpa pusat pertama di dunia. Luar biasa! Cukup terperangah, kami lanjutkan ke Koishikawa Korakuen. Tamannya lumayan cantik namun menurut saya masih kalah dengan yang di Kyoto. Last but not least, Tokyo tower, karena takut gak keburu ngejar flight jadi kami hanya foto dari jauh tepatnya dari depan kuil Zojoji, lumayan sih spotnya. Terakhir sampai di Haneda kami habiskan yen yang tersisa untuk belanja oleh2.
Seru, capek, namun menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Kalau ada yang butuh referensi lebih lanjut silakan tinggalakan komen di bawah. Saran saya tidak harus copy itinerary ini mentah2, itinerary harus disesuaikan dengan ambisi, niat, kekuatan fisik, dan ketersediaan dana masing2.